Download Keputusan BPD
Thiess Contractor Kelola Tol Solo-Ngawi
28 Juni 2011 20:48 WIB
Atikel Terkait

www.gapensijatim.org, Jakarta - PT Thiess Contractors Indonesia telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 112 miliar atau 1% dari nilai investasi Rp 11,2 triliun untuk tiga ruas tol, menyusul telah ditandatanganinya amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) antara Thiess dan pemerintah, Selasa (28/6).

Ketiga ruas tol yang masing-masing dipegang oleh anak perusahaan Thiess ialah jalan tol Solo—Mantingan—Ngawi sepanjang 90,10 km oleh PT Solo Ngawi Jaya; ruas tol Ngawi—Kertosono sepanjang 87,02 km oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Ngawi—Kertosono Jaya; dan ruas tol Serpong—Cinere sepanjang 10,14 km yang dipegang PT Cinere Serpong Jaya.

Direktur PT Thiess Contractors Indonesia Parlindungan Sibarani mengatakan perusahaan akan serius melaksanakan pembangunan ruas tol tersebut mengingat besarnya nilai jaminan yang akan disetor perusahaan kepada pemerintah.

“Sudah dipersiapkan jaminannya [Rp112miliar], itu bukan jumlah yang sedikit. Kami pasti akan kerja keras dan sepenuh tenaga,” ucapnya usai penandatanganan 4 ruas tol di kantor Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hari ini.

Terlebih lagi ketiga ruas tol tersebut merupakan proyek tol pertama yang dikerjakan perusahaan selama beroperasi di Indonesia sejak 1998 sehingga akan memberi dampak positif bila pelaksanaannya dapat dikerjakan sesuai perencanaan.

Terkait dengan kerja sama dengan sindikasi perbankan, dia mengatakan perusahaannya akan segera melakukan pendekatan dengan beberapa perbankan lokal dan asing yang beroperasi di Indonesia guna menyiapkanekuitas sebesar 70% dari nilai investasi.

“Usai tandatangan ini kami langsung mencari sindikasi, tapi saya kira perbankan akan merasa aman untuk berinvestasi pada kami,” tuturnya.

Pasalnya, dalam perjanjian amandemen PPJT perusahaan diberi waktu selambat-lambatnya 8 bulan setelah penekenan amandemen untuk memenuhi pencairan pinjaman. Bila tidak, pemerintah akan melakukan pemutusan otomatis kepada perusahaan yang tidak menepati perjanjian dan menender ulang.

Menurutnya, hingga saat ini pengerjaan fisik proyek tol Solo hingga Kertosono telah dilaksanakan oleh pemerintah sebagai bentuk support atau sunk cost dari pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial ruas tersebut. “Ini menunjukan pemerintah betul-betul serius menyelesaikan dalam waktu secepat-cepatnya.”

Dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut, diharapkan ketiga ruas tol yang dikelola Thiess dapat beroperasi pada 2014.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan khusus untuk ruas jalan Solo—Mantingan—Ngawi dan Ngawi—Kertosno, pemerintah memberikan bantuan sunk cost (subsidi angaran) sebesar Rp 3 triliun yang berasal dari dana APBN untuk pembangunan sebagian konstruksi.

Selain itu, untuk pengadaan tanah sepenuhnya ditanggung pemerintah dengan anggaran dana sebesar Rp 1,85 triliun untuk Solo-Mantingan-Ngawi Rp 1,3 triliun dan Ngawi-Kertosono Rp 0,55 triliun. “Supaya dapat meningkatkan kelayakan finansial proyek. Kalau tidak, tender tidak ada yang mau,” tuturnya.(bio/ean)



(Administrator)


 

Komentar untuk Berita ini :

parwanto pada 01-11-2011 :
kapan pengerjaan pryek tol solo - ngawi segera dimulai, saya agak pesimis jangan-jangan tidak jadi. seperti yang solo - semarag itu lho cepat selesai. kami sebagai warga yg terkena proyek tol pingin cepet2 menikmati jalan tsb

andri pada 25-01-2012 :
mudah-mudahan ganti ruginya dapat menganti lahan petani, sesuai dengan ganti ruginya.. mohon percepat..

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :