Download Keputusan BPD
Surabaya Sukses Meningkatkan Kualitas Pemukiman Kumuh
12 Oktober 2012 14:07 WIB
Atikel Terkait

www.gapensijatim.org, Surabaya - Kota Surabaya dipilih menjadi lokasi puncak peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) 2012 karena dinilai berhasil dalam melakukan peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh. Hal lain karena capaian penghargaan yang diperoleh Kota Surabaya dalam PKPD PU sejak 2005 hingga 2010.

Sehingga, Kota Surabaya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam pembangunan permukiman dan penanganan kawasan kumuh. Demikian disampaikan Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono dalam Talkshow di J TV Surabaya, Sabtu (6/10). Turut menjadi narasumber Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Pemerintah Indonesia telah berupaya dalam penanganan kumuh yakni bersama-sama dengan Kementerian dan lembaga terkait di bidang perumahan dan permukiman untuk mencapai  tujuan RPJP 2025 dan MDGs 2015. Namun, dalam penanganan permukiman kumuh pihak lain yang harus dapat berperan adalah masyarakat. Perilaku dan kesadaran mereka akan kehidupan yang layak mutlak diperlukan. Hal inilah yang tercermin pada masyarakat Surabaya.

"Masyarakat Surabaya merubah perilaku dan ikut menjaga permukiman dan lingkungan sesuai dengan arahan Walikota. Hal inilah yang jarang sekali dapat kita lihat di daerah-daerah lain," ujar Budi Yuwono.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang akrab disapa Ibu Risma mengatakan, dalam mengubah dan menata kawasan Surabata, Pemkab/kota Surabaya sangat dibantu oleh Ditjen Cipta Karya antara lain peremajaan kota di Morokrembangan. Dengan apa yang sudah dilakukan dan diarahkan oleh pemerintah, sekarang masyarakat peduli dan membantu menjaga kawasan agar tetap lebih indah dan bersih.

Untuk itu, Kementerian PU membangun beberapa infrastruktur yang diresmikan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto pada puncak acara di Boezem Morokrembangan, Surabaya (6/10). Proyek infrastruktur tersebut yakni Instalasi Pompa Banjir Kenjeran - 1 Kota Surabaya, Instalasi Pompa Banjir Medokan Semampir Kota Surabaya, Rusunawa Grudo yang terletak di Kelurahan Tegalsari Kota Surabaya dan Rusunawa Bayuangga Probolinggo di Kota Probolinggo.

Instalasi Pompa Banjir dibangun untuk menangani genangan air hujan di kawasan permukiman pada subsitem drainase Kenjeran - I dan Medokan Semampir. Sedangkan pembangunan rusunawa di Surabaya dan Probolinggo adalah upaya pemerintah dalam memberikan hunian yang layak bagi masyarakat di permukiman kumuh.

Rusunawa Grudo terdiri dari satu twin block dengan kapasitas 99 unit hunian. Dana berasal dari APBN sebesar Rp 12,4 miliar. Sedangkan Rusunawa Bayuangga terdiri dari dua twin block dengan jumlah 198 unit hunian. Dana berasal dari APBN sebesar 24,7 milair. Kedua rusunawa tersebut menjadi percontohan (best practise) untuk direplikasi Pemda.

Menurut Risma, untuk mengatasi masalah hunian, pemerintah Surabaya mulai memikirkan dan membuat hunian vertikal khususnya untuk diperkotaan. Mengingat, lahan di perkotaan sangat terbatas dan harga yang cukup tinggi. Sehingga rumah susun diharapkan dapat mendekatkan membantu mengurangi jumlah permukiman kumuh dan membantu masyarakat untuk dapat tinggal di dekat tempat mereka bekerja.(pu.go.id/ean)



(Administrator)


 

Tidak Ada Komentar

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :