Berita Nasional, Politik, Hukum, dan Ekonomi
Pertamina Jadi Operator Blok West Madura
05 Mei 2011 20:20 WIB
Atikel Terkait

www.gapensijatim.org, Jakarta - Pemerintah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai operator dalam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) kerja sama pengelolaan Blok West Madura Offshore dengan hak partisipasi sebesar 80%.

Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kardaya Warnika, mengatakan penandatanganan kontrak kerja sama Blok West Madura itu sebagai pengganti PSC joint operation agreement sebelumnya yang akan berakhir pada 6 Mei 2011. Adapun komposisi participating interest blok migas itu meliputi 80% Pertamina dan Kodeco Energy Co Ltd sebesar 20%.
 
"Begitu kontrak selesai (6 Mei 2011), Pertamina masuk sebagai operator. Ini adalah perpanjangan perubahan, extension and restated. Perpanjangan karena ada pihak-pihak lama yang masuk ke situ dan restated karena ada ketentuan-ketentuannya yang berubah," jelas dia seusai menyaksikan penandatanganan kontrak, hari ini.

Kardaya menjelaskan dengan ditandatanganinya kontrak tersebut diharapkan blok tersebut dapat meningkatkan produksi migas nasional secara optimal, serta memberikan kepastian investasi.

Penandatangan dilakukan Dirut PT  Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura, Hemzairil, General Manager Kodeco, dan Kepala BP Migas, R Priyono, yang disaksikan Menteri ESDM,  Darwin Saleh. Turut hadir Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo, dan Komisaris Utama Pertamina, Sugiharto.
 
Selain adanya perubahan operatorship dalam kontrak tersebut, kata Kardaya, porsi bagi hasil yang didapatkan pemerintah juga mengalami kenaikan sebesar 1% dibandingkan dengan kontrak sebelumnya.
 
Dia menambahkan posisi Pertamina sebagai operator diberlakukan sebagaimana kontrak operatorship pada umumnya sesuai dengan prinsip good engineering practice. "Tidak ada persyaratan kalau nanti Pertamina akan dievaluasi segala macam, tetapi sebagaimana kontraktor operator-operator yang lain, kalau dia [Pertamina] tidak bisa melaksanakan kegiatannya secara baik dan sesuai dengan good engineering practice, maka akan dicabut," terang dia.
 
Terkait peralihan komposisi saham Kodeco Energy ke PT Sinergindo Citra Harapan dan CNOOC Madura Ltd ke Pure Link Investment Ltd, Kardaya enggan menjelaskan lebih rinci. "Kita tidak tahu Kodeco itu dengan siapa. Dalam kontrak, Pertamina dan Kodeco sebagai kontraktor. Pokoknya Kodeco itu segitu [20%]," kata Kardaya.(bio/ean)



(Administrator)


 

Komentar untuk Berita ini :

kr9YKpbQX pada 20-01-2014 :
but we will try to promote our corntuy. with all of our efforts. because Indonesia is a great nation. Like the Keizen saying take a good, discard the bad and create new ones. Pray for Us to make it happen.

T3mBG6WUvvd pada 20-01-2014 :
No more s***. All posts of this quaitly from now on

Posting Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Kode Keamanan :